Spread the love

Provinsi Yogyakarta merupakan salah satu daerah terpadat di Indonesia. Kota ini muncul pada tahun 1755, setelah pembagian Mataram menjadi Kesultanan Yogyakarta dan Surakarta (Solo). Gamelan, tarian Jawa klasik dan kontemporer, teater wayang kulit dan ekspresi seni tradisional lainnya akan membuat pengunjung terpesona. Pengrajin lokal unggul dalam seni batik, kerajinan perak dan kulit.

Di tengah selatan Jawa Tengah terletak wilayah magis Yogyakarta, tempat lahirnya budaya dan tradisi Jawa. Di utara yang bergejolak, Gunung Merapi – Gunung Api dengan keindahan fisik menawan berdiri kokoh menjaga alam sekitarnya.

Gunung berapi raksasa ini, terkadang berbahaya dengan letusannya dan lahar yang menyembur dari kawahnya, tetapi pada saat yang sama memberikan kesuburan yang luar biasa bagi tanahnya. Itulah alasan mengapa para petani – penduduk yang tinggal di lerengnya tidak mau meninggalkan tempat kelahiran nenek moyang mereka. Mereka memiliki hubungan mistis dengan Merapi untuk hidup rukun dengan ‘penguasa’ gunung agar mereka tetap aman dan damai.

Diungkapkan bahwa nama Jogja, bukan Yogyakarta atau Yogya, digunakan sebagai promosi untuk memasarkan Yogyakarta karena Y adalah awal abjad yang sulit bagi sebagian besar khalayak internasional – baik membaca maupun mengeja. Sementara Jogja mudah diucapkan sebagai JOG-ja, bahkan JOG bisa digunakan sebagai nama panggilan.

Yogyakarta terkenal dengan kerajinan peraknya, wayang kulit yang digunakan untuk wayang kulit, dan gaya pembuatan kain celup batik yang unik. Ia juga dikenal dengan pemandangan seni kontemporernya yang hidup. Yogyakarta juga dikenal dengan musik gamelannya, termasuk Gamelan khas gaya Yogyakarta yang berkembang di keraton.

Istana Air

Dibangun pada tahun 1758 oleh Sultan Hamengkubuwono I tepat di sebelah barat kraton, bagian dari taman kesenangan dan kastil ini saat ini tidak lebih dari koleksi reruntuhan, kolam, lengkungan dan lorong bawah tanah yang dikelilingi oleh tembok besar, namun, halaman tengah dengan nimfa-mandi telah dipulihkan.

Kastil Air terletak di bagian kota yang lebih tua dalam jarak berjalan kaki dari Pasar Burung. Sejumlah bengkel batik berjajar di jalan menuju pintu masuk taman kesenangan.

Imogiri

Imogiri adalah pemakaman resmi keturunan kerajaan dari Yogyakarta dan Surakarta. Makam kerajaan terletak di puncak bukit, dapat dicapai dengan 345 anak tangga batu menuju ke sana.

Imogiri berjarak sekitar 17 km tenggara Yogyakarta dan mudah diakses dengan bus atau mobil. Makam dibangun dalam tiga halaman utama.

Masuk ke halaman yang lebih kecil yang menampung makam para pangeran hanya diperbolehkan pada hari Senin 09.00 – 12.00 atau Jumat 13.00 – 16.00. Pakaian tradisional Jawa harus dikenakan, yang bagaimanapun dapat disewa di tempat dengan biaya yang murah. Pemakaman ditutup selama bulan Ramadhan.